Bagaimana Mentoring dapat mengubah keseluruhan performa perusahaan?


Penulis: Antonius Tanan

“If I hadn’t had mentors, I wouldn’t be here today. I’m a product of great mentoring, great coaching… Coaches or mentors are very important.”

Kalimat tersebut pernah diucapkan oleh Indra Nooyi yang pernah berada di tampuk kepemimpinan tertinggi atau CEO dari PepsiCo. Kalimat pendek dan padat makna ini dengan sangat jelas memberikan penilaian yang tertinggi terhadap pentingnya mentoring.

Mentoring dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki keterampilan, pengetahuan atau pengalaman tertentu kepada seseorang atau sekelompok kecil yang akan mendapatkan manfaat dari keterampilan, pengetahuan atau pengalaman dari sang mentor. Seorang mentor sesungguhnya bukan sekedar berbagi ilmu, namun juga membangun relasi. Oleh karena itu dampak seorang mentor bukan saja mendorong karir mentee.

Kehadiran mentor jelas memberikan pengaruh positif terhadap pengembangan pribadi mentee yang bersamanya. Namun, perkembangan teknologi digital seperti sekarang ini memungkinkan terjadinya relasi mentoring yang dua arah. Karyawan yang lebih muda dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan teknologi baru kepada kolega senior ataupun mentor yang mungkin belum pernah bersentuhan dengan teknologi tersebut.

Program mentoring dapat memberikan manfaat bagi mentor maupun mentee. Melalui relasi positif dan produktif yang berlangsung, mentor dapat membantu, mendampingi, serta mengembangkan hubungan informal yang mendorong mentee untuk terus bertumbuh. Berikut 4 aktivitas relasional yang positif dan dapat dikembangkan selama mentoring:

  1. Mentor memberikan konseling kepada mentee dengan cara mendengarkan, menganalisa masalah, mendiskusikan, mengevaluasi alternatif solusi dan memberikan dorongan ketika menghadapi masalah dalam pekerjaan.

  2. Mentor bertindak sebagai pendidik atau pelatih yang membantu mentee memperoleh keterampilan ketika mempelajari pengetahuan baru.

  3. Mentor berperan sebagai tutor yang memberikan bimbingan dan tempat untuk bertanya berbagai pengetahuan tentang pekerjaan di lapangan.

  4. Mentor sebagai penasehat dan pembuka jalan, memperkenalkan best practices dan memperkenalkan dengan “narasumber” lain yang belum pernah diketahui oleh mentee.

Praktik mentoring di berbagai industri dan lokasi negara terbukti memiliki dampak yang sangat besar. Oleh karena itu, 70% dari perusahaan Fortune 500 memiliki program mentoring resmi untuk para karyawannya. Bahkan, 50% perusahaan di luar daftar Fortune 500 juga memiliki program mentoring.

Selain itu, program mentoring juga mampu menarik dan menahan milenial untuk tetap berada di perusahaan. Survei Milenial Global Deloitte 2016, yang menjangkau 7.700 milenial di 29 negara, menemukan bahwa hampir 70% dari para milenial ini berencana meninggalkan organisasi tempat kerja mereka saat ini. Namun, mereka bersedia tetap berada di dalam perusahaan selama lebih dari 5 tahun apabila terdapat program mentoring.

Ketika mentoring dapat dilakukan dengan mediasi teknologi atau memanfaatkan perangkat lunak, maka akan terjadi kemungkinan-kemungkinan baru yang dapat memperluas dan memperdalam dampak dari mentoring.

  1. Teknologi meniadakan batasan lokasi. Mentor dapat melakukan mentoring terhadap mentee yang berada di lokasi berbeda.

  2. Tidak ada hambatan perbedaan waktu karena percakapan selama proses mentoring dapat direkam dan disimpan, sehingga komunikasi dapat terus berlangsung walau dengan cara asinkronus (tidak serempak).

  3. Kehadiran seorang “super mentor” yang dapat berkunjung ke dalam ruang diskusi para mentor dan mentee untuk memberikan dukungan atau motivasi.

  4. Melalui proses dokumentasi yang terstruktur, pengetahuan-pengetahuan terbaru dari para mentor yang lahir dari tantangan lapangan dapat dikurasi dan didiseminasi ke lebih banyak orang.

Program mentoring dapat dikatakan sukses jika telah memiliki struktur yang baik dan terdapat pelatihan tentang bagaimana cara melaksanakan mentoring, termasuk di dalamnya tentang pemanfaatan perangkat lunak untuk mentoring. Ketika teknologi diterapkan, maka dampak mentoring bukan sekedar menyentuh seorang atau sekelompok kecil mentee, tetapi dapat ikut mengubah keseluruhan performa perusahaan.

10 views0 comments