12 Manfaat Microlearning untuk Trainer dan Perusahaan


Sejak pandemi COVID-19 melanda, semakin banyak trainer yang mengalami kesulitan dalam melakukan pelatihan tatap muka yang biasa dilakukan oleh perusahaan. NAOLEARN memberikan solusi pelatihan microlearning dengan memanfaatkan teknologi aplikasi mobile yang dapat memberikan 12 manfaat berikut ini.

1. “Social Distancing” tidak menjadi halangan untuk melakukan pelatihan.

Penetapan kebijakan work from home (WFH) dan social distancing, baik dari pemerintah maupun perusahaan, sampai saat ini belum dapat diketahui akan berakhir. Melalui aplikasi NAOLEARN, perusahaan tetap dapat mengadakan pelatihan secara virtual karena materi dapat didistribusikan dengan cepat kepada “siapa saja”, “kapan saja” dan “dimana saja”. Lokasi tidak lagi menjadi halangan bagi para trainer dan pembelajar untuk menjalankan training.

2. Penghematan biaya perusahaan.

Melalui pelatihan dengan microlearning, perusahaan tidak perlu lagi menyewa ruangan dan menyediakan akomodasi sepanjang pelatihan, serta tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi bagi peserta maupun pelatih untuk datang ke lokasi pelatihan.

3. Penghematan waktu kerja, baik trainer maupun trainee.

Kemampuan microlearning untuk menyisipkan waktu pembelajaran di antara waktu kerja dapat menciptakan penghematan terhadap anggaran jam pelatihan yang biasa dipersiapkan di setiap tahun. Perusahaan tidak perlu lagi menyediakan waktu khusus untuk pelatihan, peserta yang bertugas di luar kota pun tidak perlu menggunakan waktu kerja untuk mencapai lokasi pelatihan.

4. Konektivitas antara pelatihan dan prestasi kerja.

Fitur di dalam aplikasi NAOLEARN memungkinkan pelatih untuk melakukan coaching dari jarak jauh, sehingga hubungan antara peserta pelatihan dengan trainer tidak terbatas hanya di ruang pelatihan. Pelatih dapat memandu dan mendorong peserta untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya di jam kerja secara berkelanjutan, sehingga peserta pelatihan mengalami proses transformasi yang dapat meningkatkan pencapaian hasil kerja mereka.

5. Aksesibilitas yang lebih terbuka dan luas untuk peserta.

Aplikasi NAOLEARN memfasilitasi mobile-learning sehingga peserta yang berlokasi di luar kota akan mendapat kesempatan belajar dan bertumbuh yang sama dengan yang berada kantor pusat.

6. Fleksibilitas dalam menentukan waktu belajar.

Aplikasi NAOLEARN memberikan kesempatan kepada peserta untuk menentukan sendiri kapan akan melakukan aktivitas belajar, baik di dalam ataupun di luar jam kerja.

7. Penguasaan materi secara bertahap.

Microlearning dirancang sebagai metode pembelajaran menggunakan “paket-paket” kecil (bite-sized contents) yang memfasilitasi peserta pelatihan untuk dapat menguasai materi secara bertahap dan memungkinkan peserta untuk melakukan internalisasi bahan ajar sebelum masuk ke tahapan berikutnya.

8. Kemandirian dalam proses belajar.

Untuk mendorong bertumbuhnya kebiasaan belajar secara mandiri, pelatihan menggunakan microlearning dapat menimbulkan inisiatif sekaligus memperkokoh human capital para peserta didik. Pada saat yang sama, kebiasaan ini dapat meningkatkan kualitas perusahaan.

9. Personalisasi bahan ajar.

Materi pembelajaran dapat dirancang dalam beberapa versi. Pelatih dapat membedakan materi untuk peserta yang benar-benar baru dan yang sudah memiliki pengalaman.

10. Dokumentasi proses belajar untuk perusahaan.

Proses belajar para peserta akan terdokumentasi dalam aplikasi NAOLEARN. Perusahaan dapat mengkurasi bahan pembelajaran baru yang muncul dalam diskusi selama pelatihan, maupun membuat materi yang diminta langsung oleh peserta saat praktik di lapangan. Bahan-bahan tersebut merupakan aset perusahaan yang dapat disebarluaskan kepada peserta lain yang tidak mengikuti pelatihan.

11. Kemampuan untuk mendata dan menganalisa prestasi pembelajar.

Data yang terkumpul dari aktivitas belajar peserta pelatihan akan menghasilkan analisa-analisa yang dapat memberikan informasi baru tentang perilaku belajar para peserta. Kombinasi informasi tentang perilaku belajar dan prestasi belajar akan membantu perusahaan dalam melakukan identifikasi dan pengembangan talenta pembelajar.

12. Perpustakaan & Pusat Pelatihan dalam genggaman.

Ketika perusahaan menetapkan NAOLEARN sebagai sebuah sumber belajar yang berkelanjutan, maka NAOLEARN seakan menjadi sumber belajar yang terus menemani peserta di hampir semua langkah kehidupannya.


Penulis: Antonius Tanan

3 views0 comments